Candi Arjuna Dieng

candi arjuna dieng

Dieng merupakan dataran tinggi atau sering disebut “plateau” dipercaya sebagai tempat para Dewa bersemayam bagaikan nirwana. Disinilah situs-situs candi berada sebagai tempat pemujaan para Dewa. Situs-situs candi tersebut berada di dalam satu area purbakala seluas 90 hektar. Candi-candi Dieng itu juga dibagi kedalam beberapa komplek, hanya ada satu komplek dengan bangunan candi utuh yakni di Komplek Candi Arjuna Dieng.

Di dalam Komplek Candi Arjuna Dieng terdapat lima buah bangunan candi. Kelima candi tersebut terdiri dari Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadara dan Candi Semar. Namun diperkirakan dahulu masih banyak terdapat bangunan-bangunan candi di area ini karena masih ada beberapa sisa-sisa pondasi candi dengan bebatuan di atasnya.

Bentuk Dasar Candi

Candi-candi yang ada di Komplek Candi Arjuna memiliki bentuk dasar sama yaitu berbentuk persegi empat atau catur muka dengan bagian atas candi berbentuk runcing seperti bunga teratai terbalik yang disebut Ratna. Hal ini menandakan bahwa candi-candi yang ada di Dieng Plateau merupakan bangunan candi aliran Hindu Civa. Ornamen dari masing-masing candi hampir sama yakni bagian dalam candi dilengkapi dengan Yoni, masing-masing pintu candi terdapat kala dan makara. Ada salah satu candi yang jarang ditemukan di Indonesia yakni terlihat pada Candi Srikandi, di setiap sisi candi ini terdapat relief tiga Dewa yaitu Dewa Wisnu, Dewa Brahma dan Dewa Civa.

Candi Beraliran Hindu

Komplek Candi Arjuna dan candi-candi Dieng lainnya telah tercatat sebagai candi beraliran Hindu tertua di Pulau Jawa. Candi-candi Dieng ini dibangun pada masa yang berlainan dari abad ke VII. Nama-nama candi yang berada di Komplek Candi Arjuna berasal dari epos Mahabarata atau cerita pewayangan yang diberikan oleh penduduk setempat dan belum diketahui untuk nama aslinya karena tidak ada prasasti yang dapat membuktikan nama original candi tersebut. Situs-situs Candi Arjuna ditemukan kembali dalam keadaan terendam air pada tahun 1814 oleh HC. Cornelius.

Komplek Candi Arjuna terletak tepat di tengah-tengah Plateau Dieng. Jadi situs-situs peninggalan kuno ini terpadu apik dengan landscape alam sekitarnya. Ketika memasuki Komplek Candi Arjuna Dieng, para wisatawan akan disambut dengan jalanan rapi berpagarkan hijaunya pohon cemara yang membentuk seperti lorong. Terlihat di sebelah kanan serta kiri jalan mirip seperti pondasi sebuah rumah-rumah kuno yang disebut dengan Komplek Darmasala. Dahulu bangunan ini memiliki dinding dan atap meskipun sekarang tinggal bagian dasarnya saja. Komplek Darmasala menjadi penghantar kunjungan Anda menuju Komplek Candi Arjuna karena terletak di pintu masuk, begitu pula fungsi dari bangunan ini di zaman dahulu juga sebagai tempat menyambut para tamu-tamu mereka yang hendak melakukan sembahyang di Komplek Candi Arjuna.

Jarak antara pintu masuk menuju Komplek Candi Arjuna tidak terlalu jauh hanya sekitar 50 meter saja tempat ini bisa dijangkau dengan mudah. Gagahnya sekelompok bangunan candi di Komplek Candi Arjuna dengan background Gunung Pangonan dapat memukau setiap pengunjung yang datang. Komplek candi ini telah dikelola dengan baik oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara sehingga untuk tatanan serta kebersihannya sudah terbilang baik. Disekeliling bangunan candi telah di buat jalan melingkar untuk mempermudah wisatawan menyimak setiap sisi candi. Di sekeliling area ini juga ditumbuhi rerumputan hijau sehingga sangat cocok untuk sekedar bersantai memandangi uniknya candi Hindu yang telah dibangun puluhan abad silam.

Ketika musim kemarau tiba, tidak hanya situs-situs candi kuno serta pemandangan pegunungan saja yang dapat disaksikan. Tepatnya di Bulan Juli atau Agustus di area Komplek Candi Arjuna ini terdapat pemandangan langka yaitu ketika pagi hari terdapat kristal-kristal es menempel di atas rerumputan dengan suhu 0 hingga -4 derajad celcius. Disaat inilah Dieng seperti negera bagian di Eropa ketika winter tiba.

Selain sebagai tempat tujuan wisata popular di Dieng, Komplek Candi Arjuna juga masih difungsikan sebagai tempat peribadatan umat hindu dan yang menganut kepercayaan Kejawen. Terkadang orang-orang yang datang dari Bali masih mengadakan ritual sembahyang di komplek candi ini karena dipercaya sebagai tanah kelahiran para leluhur mereka.

lokasi Candi Ajuna Dieng

Komplek Candi Arjuna telah terdaftar sebagai obyek wisata utama di Dieng. Komplek candi ini berada di wilayah Desa Dieng Wetan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara yang berbatasan dengan kali tulis dari arah Wonosobo. Dari pertigaan Dieng hanya berjarak kurang lebih 700 meter. Ada public transportation seperti mikro bus jurusa Wonosobo-Dieng-Batur melewati area Komplek Candi Arjuna jadi akan mempermudah bagi para pengunjung yang tidak membawa kendaraan Sendiri.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*