Telaga Dringo

Telaga Dringo

Telaga Dringo merupakan cagar alam Dieng dengan panorama alam memikat dan mengagumkan, yaitu sebuah danau dipuncak gunung dan dikelingi perbukitan bersemak belukar. Telaga Dringo tercatat sebagai telaga terindah di Dieng Plateau namun jarang wisatawan yang mengetahui tempat ini. Tidak tahu kapan awal mula terbentuknya telaga cantik ini. Semua telaga yang ada di Dataran Tinggi Dieng berasal mula dari sebuah letusan dahsyat yang pernah terjadi ribuan tahun silam. Sisa-sisa letusan gunung Dieng kini membentuk sebuah kubangan besar berisikan air jernih membentuk telaga indah salah satunya ialah Telaga Dringo.

Telaga Dringo merupakan telaga di kawasan vulkanik aktif di Dataran Tinggi Dieng akan tetapi telaga ini tidak mengandung kandungan air belerang ataupun air mendidih seperti Telaga Warna. Telaga Dringo termasuk ke dalam ranah destinasi wisata aman dikunjungi. Air Telaga Dringo berasal dari beberapa sumber mata air di area sekitar serta mata air utamanya berasal dari titik-titik air hujan ketika musim penghujan mulai mengguyur Dieng.

Telaga Dringo berada di dekat hutan belantara yang masih asri. Terletak di antara perbukitan memanjang mengitarinya yang ditumbuhi pohon cemara layaknya sebuah telaga indah di Eropa. Konon telaga ini dipenuhi tanaman dlingo/dringo yang tumbuh di sekeliling tepian telaga, inilah yang menyebabkan masyarakat sekitar menamakan telaga cantik ini sebagai Telaga Dringo.

Telaga Dringo nan indah merupakan jantung para petani sekitar Desa Pekasiran untuk menghidupi area pertanian mereka. Dimusim kemarau Anda akan mendapati volume air telaga menjadi surut karena dimanfaatkan untuk menyirami ladang-ladang para petani kentang. Air yang terkandung di dalam Telaga Dringo adalah air tawar sehingga banyak hewan atau tubuhan yang hidup di telaga ini maka tak heran ketika berkunjung ke Tealga Dringo Anda sesekali menjumpai beberapa orang sedang memancing dengan enjoynya ditengah-tengah dingin udara Dieng.

Keindahan Telaga Dringo terlihat menakjubkan ketika terpantul oleh cerahnya langit biru sebelum kabut berarak-arak menyelimuti permukaan air telaga dari balik lembah dan perbukitan. Barisan pegunungan Sindoro, Pagerkandang menghiasi setiap langkah ketika menyusuri Telaga ini.

Telaga Dringo termasuk kedalam ranah obyek wisata Dieng Zona 2. Lokasinya yang agak menjauh dari destinasi utama seperti Telaga Warna, Candi Arjun Kawah Sikidang dan obyek wisata lain menjadikan Telaga Dringo sebagai tempat anti mainstream di Dieng Plateau. Tidak banyak para wisatawan mengetahui telaga ini dan datang langsung ke Telaga Dringo jadi pemandangan yang tersaji masih begitu alami serta asri.

Letak Telaga Dringo

Telaga Dringo terletak di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur yang memasuki wilayah Kabupaten Banjarneara. Dari pertigaan utama Desa Dieng Wetan, berkendaralah hingga jalan Raya Dieng sepanjang 2,2 km, kemudian menyusuri jalan Kepakisan hingga desa Pekasiran sejauh 8 km. Jalanan berliku dan panjang disertai suburnya sayur mayur terhampar luas pada area tanah berterasiring serta area pengeboran geothermal menjadi suguhan pemandangan mengesankan ketika hendak berkunjung ke Telaga Dringo.

Lokasinya di sebelah utara Kawah Candradimuka yaitu salah satu kawah aktif di Dieng Plateau. Asap putih membumbung tinggi disertai bunyi gemuruh menandakan perjalanan Anda akan segera berakhir. Jika Anda suka akan berpetualang dan tantangan, para wisatawan dapat berjalan kaki atau lintas alam menyusuri jalanan berbatu di antara deretan pegunungan menghijau serta area pertanian kentang. Di atas perbukitan yang agak luas, pandanglah ke arah bawah ada secercah surga tertinggal di negeri kahyangan Dieng yaitu Telaga Dringo berwarna biru terpantul cahaya matahari menambah anggunnya area ini. Anda dapat segera menuruni bukit hingga ke tepian telaga. Menikmati damainya area Telaga Dringo diantara pepohonan cemara serta rumput-rumput liar bergoyang mengikuti arus angin.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*